BAGIMEDIA - Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan kepada penonton yang menyaksikan Hari Angkatan Laut Rusia di St. Petersburg kemarin (29/07/2018) bahwa ia akan memberikan 26 kapal baru untuk Angkatan Laut Rusia tahun ini.

"Secara kesuluruhan di tahun 2018 ini Angkatan Laut akan mendapatkan 26 kapal perang baru, perahu motor, dan kapal lainnya termasuk empat kapal perang yang dilengkapi dengan rudal Kalibr" ungkapnya.

Rudal Kalibr yang telah digunakan selama intervensi pasukan militer Moskow di konflik Suriah, terbang di ketinggian yang sangat rendah dan memotong bantuan medan. Lintasan itu membantu menembus pertahanan udara musuh.

Putin memberikan penghargaan kepada mereka yang bekerja di bagian pembuatan kapal Rusia, yang selama ini telah bekerja keras memperbaiki dan meningkatkan peralatan Angkatan Laut menjadi lebih baik.

Ia menambahkan "delapan kapal baru sudah masuk, termasuk empat unit kapal permukaan laut, sebuah perahu penanggulangan ancaman, dan tiga kapal logistik.

Putin menghadiri acara peringatan Hari Angkatan Laut Rusia di St. Petersburg bersama Laksamana Vladimir Ivanovich Korolyov, panglima Angkatan Laut Rusia.

Putin berjanji akan terus menguatkan dan meningkatkan armada Angkatan Laut Rusia.

Sementara itu, wakil Laksamana Alexander Moiseyev selaku komandan armada laut hitam Rusia mengatakan enam kapan baru yang dilengkapi rudal akan diresmikan akhir tahun ini.

Putin meninjau tampilan angkatan laut utama di Sungai Neva, Saint Petersburg dengan 39 kapal perang yang melakukan manuver.

Ia mengatakan kepada 4.000 prajurit yang mengambil bagian bahwa angkatan laut memberikan kontribusi yang besar terhadap perang melawan terorisme internasional.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan melalui Facebook, di Suriah, pangkalan militer Rusia di Tartus juga memperingati Hari Angkatan Laut dengan iring-iringan yang melibatkan lima kapal perang dan satu unit Kolpino, kapal selam diesel.

Ketegangan antara Rusia dan negara Barat telah meningkat secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir setelah Washington dan Moskow menemukan diri mereka berada di pihak yang berseberangan dalam konflik Suriah tujuh tahun lamanya.

Dukungan separatis Rusia di Ukraina Timur dan penganeksasi Krimea pada tahun 2014 yang berujung hubungan mereka dengan Amerika Serikat, Uni Eropa dan NATO kian memburuk sejak Perang Dingin.

Sejak saat itu, kedua belah pihak saling menuduh satu sama lain "pengerahan berisiko" di negara-negara Baltik dan Eropa Timur setelah meningkatkan manuver militer.